Sabtu, 18 Maret 2017

Long Journey of Healthy Life

Ketika orang bilang kurus itu 70 persen diet dan 30 persen olah raga, sayangnya tidak berlaku buat badan saya, dalam beberapa waktu saya menemukan bahwa:
"Sehat itu tentang 100 persen passion, 100 persen apa yang kita makan dan 100 persen olah raga. Karena nggak ada hal baik yang bisa diperoleh kalo cuma setengah-setengah"

Sejak kecil sudah gendut, waktu SD aja beratnya sudah 55 kilo, namanya anak kecil gendut itu kan keliatan lucu ya, pipinya tembem bikin gemes gitu *yak ngelesssss. Udah gitu nggak doyan buah dan sayur pula. Eh hobinya makan manis, minum soda dan makan gorengan atau keripik. Ditambah nggak olah raga. . Ambyar pemirsaaaah!!!

Pas tahun 2012 sudah mulai kontemplasi mencari titik balik dan belajar apa yang harus dilakukan untuk merubah karena kondisi tubuh sudah benar-benar tidak nyaman. Waktu itu mulai belajar masak dan makan sayur atau buah, itupun masih pilih-pilih dengan yang cocok aja di lidah. Baca-baca tentang self-upgrade dan sebagainya. Sampai akhirnya tahun 2013 mantap memulai 'renovasi' dengan sepedaan 30 menit sehari. Seiring dengan nafas yang semakin panjang mulai belajar olah raga lain dengan cari panduan workout di internet. Kenal istilah squat, plank, jumping jack, dan lain-lain. Beli gym ball dan dumbbell pertama kali juga di tahun ini. Bulan pertama turun 5, lalu kedua turun 3, lalu turun lagi 2, lalu 2, lalu 2 lagi, lalu 1. Waktu itu dietnya ketat sekali hanya makan sedikit saat makan siang, sarapan dan makan malamnya dengan 'katalis' dan buah yang sengaja saya tidak sebutkan namanya. Entah bagaimana hasil saat itu bisa tejaga hingga 2015.

Sebenarnya tahun 2016 sudah mulai kembali berolah raga dan makan sehat tetapi masih on-off, belum kembali menemukan motivasi jelas kenapa harus kurus lagi hahahha. Berasa bego banget, soalnya dulu udah berhasil ngilangin 3 karung beras 5kg dari badan, eh ya kok balik lagi dalam setahun. Rasanya kayak pingsan aja gitu terus tau-tau gendut lagi. #iningomongapasih


Grafik kondisi lemak tubuh, posisi awal yang dilingkari
sumber: http://www.accumeasurefitness.com/uploads/5/0/4/3/50439275/2359200.jpg?929

Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, tubuh orang yang sudah termasuk obesitas cara penanganan terbaiknya adalah dengan melakukan sesuatu secara sustainable atau berkelanjutan. Karena prinsip tubuh itu seperti karet, ditarik sekuat apapun, akan selalu berusaha melawan dan kembali ke bentuknya semula, makanya sulit untuk bertahan kurus setidaknya sampai 5 tahun. Saya menemukan pemikiran tersebut di tahun 2017 dan menyadari apa yang salah dan membuat kondisi tubuh saya kembali lagi seperti dulu, secara saya termasuk yang di zona merah dengan kadar lemak lebih dari 35 persen dengan usia di bawah 25 tahun. Dulu saya melakukan batasan-batasan kalori yang sepertinya cukup jahat kalo diinget-inget lagi sekarang. Selalu menolak diajak makan enak, bahkan ditawarin gorengan sebiji aja nggak mau. Ternyata gitu tu efeknya bikin muscle loss yang malah melambatkan metabolisme di masa depan dan bisa memicu penuaan dini juga. Sedih yak  ✌

Sambil berkenalan dengan konsep sehat yang dibawa channel Fitness Blender dan HasFIT di Youtube saya belajar bahwa saya harus melakukan suatu perubahan yang bisa dilakukan dan diterima tubuh untuk seumur hidup kalau memang mau sehat dan fit dalam artian luas bukan sekedar masalah timbangan. Artian luas sehat dan fit itu meliputi koordinasi dan kelincahan anggota tubuh, fleksibilitas, kekuatan dan daya tahan. Setelah itu timbangan dan bentuk tubuh pasti mengikuti. (Jadi nyesel dulu nyuekin pelajaran olah raga deh!). Nggak nyangka kalo olah raga bisa punya segitu banyak manfaat, padahal saya sebenernya cuma karena sayang sama badan dan ketagihan hormon endorfin yang keluar pasca olah raga, hormon ini mempengaruhi perasaan bahagia pada tubuh lho.
Btw buat yang sudah kurus, perlu coba juga melakukan tes kadar lemak karena siapa yang tahu kalau ternyata skinny fat, orang yang keliatan kurus dengan kadar lemak tubuh tinggi karena ternyata organ dalemnya banyak terbungkus lemak. (saya belum ukur lemak lagi sekarang karena alatnya yang dulu dipakai sudah rusak)

Untuk membentuk tubuh yang sehat perlu adanya asupan yang baik meliputi fisik dan mental karena itu konsep intuitive eating (akan dibahas detil lain kali ato bisa juga di googling sendiri) lebih pas untuk diterapkan ke tubuh saya. Tidak perlu terlalu stress menolak makanan tertentu, tidak harus menghindari sebuah kegiatan sosial dan tidak ada perasaan ingin makan dengan balas dendam karena sudah terlanjur kelaparan seharian. Dengan membuat diri jadi bahagia otomatis menghambat hormon kortisol yang mempengaruhi munculnya rasa lapar. Karena itu sekarang saya sering menyusun buah dan sayur yang menarik untuk dimakan supaya bisa membiasakan ke diri sendiri. Saya sendiri masih berharap nanti di tengah-tengah nggak kehilangan motivasi, namanya juga manusia hehehe.

Yuk jadi sehat dengan bahagia dan tidak dengan cara yang instan ☺ Because life is too short to spend it at war with yourself.



Kiss kick, XOXO

Sabtu, 11 Maret 2017

Yoga Revolution - Yoga with Adriene : Ternyata Yoga itu Menyenangkan

Beberapa orang menolak atau tidak tertarik untuk yoga karena merasa badannya kaku dan tidak fleksibel, termasuk saya awalnya. Tetapi berdasarkan beberapa artikel kesehatan yang saya baca dan entah siapa lagi yang bilang, "Justru setiap orang perlu belajar yoga dan stretching agar tubuhnya tidak kaku dan mengurangi cedera saat harus melakukan gerakan-gerakan fitness yang sulit".
Masih dengan alasan yang sama, Resolusi Sehat 2017. Kali ini saya mencoba menuntaskan program yoga dari panduan Youtube di channel Yoga with Adriene atau dengan subscribe ke sini biar dapet email cinta dan kalender workoutnya. Salah satu alasannya karena menurut saya cara memandunya lembut dan cukup mudah diikuti. Sebelum ini saya belum pernah mencoba yoga dengan serius karena merasa justru bikin badan jadi pegal-pegal dan belum menemukan guru yang cocok.


credit picture: @scarletadrianne

Tulisan ini mulai dibuat saat sudah memasuki hari ke-13 (Opening Practice) yang fokusnya terasa lebih banyak untuk hip opening. Beberapa gerakan sudah terasa lebih mudah tapi tetap saja belum bisa mengikutinya dengan sempurna, apalagi yang berkaitan dengan gerakan punggung (karena saya skoliosis).

Hari ke-14 (Forgiveness Practice) fokusnya lebih banyak tulang belakang. Gerakannya tidak banyak dan kalem tapi justru dengan menahan satu gerakan dalam posisi yang sama agak lama itu jadi tantangan tersendiri.

Hari ke-15 (Fearless Practice) lebih seperti power yoga karena bikin keringat mengucur deras. Di bagian hampir akhir dilatih untuk melakukan crow pose tapi saya tidak berhasil karena terlalu takut jatuh atau cedera, mungkin karena itu ya hari ini dinamai fearless practice. 

Hari ke-16 (Sweet Practice) di hari ini banyak gerakan memeluk diri sendiri seperti namanya yang manis. Fokus gerakan untuk kestabilan sendi dan memperbaiki pencernaan.

Hari ke-17 (Stillnes Practice) latihan hari ini cukup pelan dan lembut sampai tidak terasa saat mau berakhir. Sangat menyenangkan saat dilakukan di hari Minggu.

Hari ke-18 (Balancing Practice) seperti namanya, fokus hari ini untuk menyeimbangkan. Banyak pose yang bertumpu pada 1 kaki. Hari ini cukup berat dan lumayan berkeringat.

Hari ke-19 (Light Practice) hari ini diawali dengan lembut lalu mulai agak berat di bagian tengah. Salah satu manfaat dari latihan yoga rutin mulai terasa, hari ini akhirnya bisa full side plank dengan durasi agak lama.

Hari ke-20 (Peace Practice) tidak terlalu banyak variasi gerakan. Hari ini rasanya damai dan menenangkan dengan banyak berfokus pada pernapasan pernafasan.

Hari ke-21 (Strenght Practice) banyak sekali plank, jadi bikin gobyos banget. Lalu yang nggak nyangka, abis latihan tangan lumayan cenut-cenut seperti abis angkat barbel.

Hari ke-22 (Gentle Practice) santai banget karena ini semacam rest day practice. Hanpir semua gerakannya dilakukan sambil baringan. Enak banget buat pas lagi mager.

Hari ke-23 (Discipline Practice) semacam power yoga yang bikin gobyos banget tapi sesudahnya bikin badan jadi nyaman banget. 

Hari ke-24 (Patience Practice) tidak seberat kemarin, tapi durasi hari ini adalah yang paling lama dari seluruh sesi. Sampe hari ini masih belum berhasil mencoba pose2 sulit yang diajarkan. Pola atur nafas udah jauh lebih baik dari sebelumnya. 

Hari ke-25 (Root Practice) memasuki minggu terakhir yoga boot camp ini. Hari ini cukup santai, waktu tree pose jadi semakin menyadari kalo kekuatan kaki kiri dan kanan berbeda cukup jauh. 

Hari ke-26 (Creative Practice) latihan berdurasi 20 menit yang lumayan banyak gerakan bebasnya, tidak terlalu berat dan menyenangkan.

Hari ke-27 (Self Practice) latihan untuk chest opener, lumayan berat karena ini pertama kali camel pose. Tapi tetep seru karena jadi makin kenal sama kondisi dan kapasitas tubuh. Gerakan yang awal-awal terasa sulit juga makin terasa mudah sekarang.

Hari ke-28 (Heart Practice) latihan untuk kembali tentang chest opener, tetapi digabung dengan power yoga, hari ini lebih berkeringat dari kemarin.

Hari ke-29 (Truth Practice) salah satu latihan yang cukup pendek tetapi tetap mengena.

Hari ke -30 (Intuition Practice) seperti merangkum banyak gerakan dari yang sebelum-sebelumnya tapi sudah terasa lebih mudah lagi digerakkan.

Hari ke-31 (Presence Practice) adalah hari rangkuman seluruh gerakan dan pose-pose sulit yang harus dicoba sebelumnya (dan saya masih tetap belum bisa crow pose atau pose aneh-aneh lainnya) tetapi yang istimewa dari hari penutup ini adalah Adriene membebaskan untuk bergerak tanpa panduan darinya sambil diiringi musik. Di bagian penutupnya saya sampai menangis karena terharu bisa menyelesaikan bootcamp ini (ato mungkin kebawa suasana bapernya ya?)

Jadiiiii. . . manfaat yang didapat setelah menyelesaikan program ini adalah
1. Tubuh saya yang tingginya 163 setelah yoga ini jadi 165cm, kemungkinan karena bagian punggung dan kaki yang meregang, memang terasa lebih nyaman sekarang. Nyesel banget! Nyesel kenapa nggak dari dulu nyoba yoga.
2. Postur berdiri dan duduk yang lebih baik. Tubuh jadi otomatis lebih tegak meskipun banyak aktivitas berdiri dan duduk.
3. Sholat yang lebih nyaman dan khusyuk karena belajar untuk jadi tidak tergesa-gesa baik secara fisik dan mental.
4. Pencernaan yang lebih baik. Yoga membantu mengurangi nafsu makan dengan banyak gerakan yang dikhususkan untuk bagian perut.
5. Daaan ternyata juga menambah kekuatan tubuh, saya jadi bisa upgrade dumbell dari 3 kg ke 4 kg.

Yang jadi tantangan adalah konsisten untuk yoga setiap harinya. hahaha. Kadang kalau males banget ya saya biarkan alas yoga tetap tergulung. Tapi saya nggak kapok untuk berusaha meluangkan waktu untuk menggerakkan tubuh dengan yoga walaupun kalori yang dibakar tidak sebesar cardio atau weightlifting. Mungkin bulan depan bakal mencoba program bootcamp yoga lain yang dirilis oleh Adriene.

Silahkan mencoba yoga bootcamp ini ya. .


Kiss and kick, XOXO