"Sehat itu tentang 100 persen passion, 100 persen apa yang kita makan dan 100 persen olah raga. Karena nggak ada hal baik yang bisa diperoleh kalo cuma setengah-setengah"
Sejak kecil sudah gendut, waktu SD aja beratnya sudah 55 kilo, namanya anak kecil gendut itu kan keliatan lucu ya, pipinya tembem bikin gemes gitu *yak ngelesssss. Udah gitu nggak doyan buah dan sayur pula. Eh hobinya makan manis, minum soda dan makan gorengan atau keripik. Ditambah nggak olah raga. . Ambyar pemirsaaaah!!!
Pas tahun 2012 sudah mulai kontemplasi mencari titik balik dan belajar apa yang harus dilakukan untuk merubah karena kondisi tubuh sudah benar-benar tidak nyaman. Waktu itu mulai belajar masak dan makan sayur atau buah, itupun masih pilih-pilih dengan yang cocok aja di lidah. Baca-baca tentang self-upgrade dan sebagainya. Sampai akhirnya tahun 2013 mantap memulai 'renovasi' dengan sepedaan 30 menit sehari. Seiring dengan nafas yang semakin panjang mulai belajar olah raga lain dengan cari panduan workout di internet. Kenal istilah squat, plank, jumping jack, dan lain-lain. Beli gym ball dan dumbbell pertama kali juga di tahun ini. Bulan pertama turun 5, lalu kedua turun 3, lalu turun lagi 2, lalu 2, lalu 2 lagi, lalu 1. Waktu itu dietnya ketat sekali hanya makan sedikit saat makan siang, sarapan dan makan malamnya dengan 'katalis' dan buah yang sengaja saya tidak sebutkan namanya. Entah bagaimana hasil saat itu bisa tejaga hingga 2015.
Sebenarnya tahun 2016 sudah mulai kembali berolah raga dan makan sehat tetapi masih on-off, belum kembali menemukan motivasi jelas kenapa harus kurus lagi hahahha. Berasa bego banget, soalnya dulu udah berhasil ngilangin 3 karung beras 5kg dari badan, eh ya kok balik lagi dalam setahun. Rasanya kayak pingsan aja gitu terus tau-tau gendut lagi. #iningomongapasih
Grafik kondisi lemak tubuh, posisi awal yang dilingkari
sumber: http://www.accumeasurefitness.com/uploads/5/0/4/3/50439275/2359200.jpg?929
sumber: http://www.accumeasurefitness.com/uploads/5/0/4/3/50439275/2359200.jpg?929
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, tubuh orang yang sudah termasuk obesitas cara penanganan terbaiknya adalah dengan melakukan sesuatu secara sustainable atau berkelanjutan. Karena prinsip tubuh itu seperti karet, ditarik sekuat apapun, akan selalu berusaha melawan dan kembali ke bentuknya semula, makanya sulit untuk bertahan kurus setidaknya sampai 5 tahun. Saya menemukan pemikiran tersebut di tahun 2017 dan menyadari apa yang salah dan membuat kondisi tubuh saya kembali lagi seperti dulu, secara saya termasuk yang di zona merah dengan kadar lemak lebih dari 35 persen dengan usia di bawah 25 tahun. Dulu saya melakukan batasan-batasan kalori yang sepertinya cukup jahat kalo diinget-inget lagi sekarang. Selalu menolak diajak makan enak, bahkan ditawarin gorengan sebiji aja nggak mau. Ternyata gitu tu efeknya bikin muscle loss yang malah melambatkan metabolisme di masa depan dan bisa memicu penuaan dini juga. Sedih yak ✌
Sambil berkenalan dengan konsep sehat yang dibawa channel Fitness Blender dan HasFIT di Youtube saya belajar bahwa saya harus melakukan suatu perubahan yang bisa dilakukan dan diterima tubuh untuk seumur hidup kalau memang mau sehat dan fit dalam artian luas bukan sekedar masalah timbangan. Artian luas sehat dan fit itu meliputi koordinasi dan kelincahan anggota tubuh, fleksibilitas, kekuatan dan daya tahan. Setelah itu timbangan dan bentuk tubuh pasti mengikuti. (Jadi nyesel dulu nyuekin pelajaran olah raga deh!). Nggak nyangka kalo olah raga bisa punya segitu banyak manfaat, padahal saya sebenernya cuma karena sayang sama badan dan ketagihan hormon endorfin yang keluar pasca olah raga, hormon ini mempengaruhi perasaan bahagia pada tubuh lho.
Btw buat yang sudah kurus, perlu coba juga melakukan tes kadar lemak karena siapa yang tahu kalau ternyata skinny fat, orang yang keliatan kurus dengan kadar lemak tubuh tinggi karena ternyata organ dalemnya banyak terbungkus lemak. (saya belum ukur lemak lagi sekarang karena alatnya yang dulu dipakai sudah rusak)
Untuk membentuk tubuh yang sehat perlu adanya asupan yang baik meliputi fisik dan mental karena itu konsep intuitive eating (akan dibahas detil lain kali ato bisa juga di googling sendiri) lebih pas untuk diterapkan ke tubuh saya. Tidak perlu terlalu stress menolak makanan tertentu, tidak harus menghindari sebuah kegiatan sosial dan tidak ada perasaan ingin makan dengan balas dendam karena sudah terlanjur kelaparan seharian. Dengan membuat diri jadi bahagia otomatis menghambat hormon kortisol yang mempengaruhi munculnya rasa lapar. Karena itu sekarang saya sering menyusun buah dan sayur yang menarik untuk dimakan supaya bisa membiasakan ke diri sendiri. Saya sendiri masih berharap nanti di tengah-tengah nggak kehilangan motivasi, namanya juga manusia hehehe.
Yuk jadi sehat dengan bahagia dan tidak dengan cara yang instan ☺ Because life is too short to spend it at war with yourself.
Kiss kick, XOXO