Minggu, 26 Februari 2017

Cara Diet yang Tidak Menyiksa

Sudah pernah turun banyaaaaak banget, lalu pelan-pelan kembali lagi ke berat semula? Sudah olah raga dan makan sehat lalu berhenti begitu saja? Selalu punya resolusi jadi kurus setiap tahun baru tapi pura-pura lupa di tengah tahun? Sudah merasa sangat berusaha tapi timbangan naik turun seperti yo-yo? Itu belum seberapa dibandingkan orang yang sudah pernah operasi vsg (vertical sleeve gastrectomy) atau pengurangan ukuran lambung lalu kembali gemuk lagi.


Dari video yang berjudul How to Lose 50 Pounds and Keep Them Off oleh Arya Sharma dalam acara TEDxUAlberta ini dijelaskan bahwa tubuh punya kemampuan untuk melawan dan mengembalikan ke state yang sudah dianggap normal. Simulasinya dilakukan dengan menarik resistance band, semakin keras ditarik memang akan semakin tipis tetapi perlawanan untuk kembali seperti semula juga akan semakin kuat. Diet sebenarnya bukan tentang mengurangi apa yang kita makan tetapi tentang bagaimana melakukan pengelolaan pola makan. Sedangkan orang-orang yang melakukan pola diet dengan pembatasan ketat tentang apa yang dimakan akan cenderung binge eating di waktu tertentu atau makan dengan maksud balas dendam.

Penanganan terbaik yang harus dilakukan  adalah dengan merubah pola makanan dan menjadikan tubuh lebih aktif perlahan-lahan juga berkelanjutan. Perubahan drastis dan mendadak tidak memberikan jaminan hasil dalam jangka yang panjang. Kalau kata video itu, penaganan perlu dilakukan terus menerus seperti orang yang mengalami sakit kronis, tidak ada kata berhenti. Maksudnya, setelah memiliki pola hidup yang sehat artinya tidak boleh berhenti, harus berkomitmen sebaik-baiknya oleh karena itu harus dimulai dengan diet-diet yang tidak memberatkan atau menyiksa yang membuat kita bersedia melakukannya seumur hidup.

*refleksi dan sedikit curhat colongan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar